Assalammu'alaikum semuaaaaa....
Maaf lama gak diupdate...

Kali ini kita akan membahas tentang PPM yang seharusnya ku posting sejak jaman dulu-dulu-dulu-dulu kala.
Maaf ya....

Next time janji deh bakal lebih rajin lagi nge posting.

Yap, PPM siapa sih anak Qawskauza yang gak berkenang dengan PPM kemarin. Pasti semua bawa oleh-oleh yang sama: berjubel-jubel kisah-kisah indah dari desanya masing-masing.

Karena aku tinggal di desa Kawah Manuk yang bisa kuceritakan hanya dari desaku saja, maka akan terasa kurang adil.

Jadi kurangkum saja semuanya dengan kata-kata "What a Wonderful Experience!"

Anak-anak yang baik dan lucu, penduduk yang ramah, rumah yang unik (karena tiap desa rumahnya pasti beda-beda). Hh... rasanya berat meninggalkan mereka semua.

Kelompokku yang pertama kali pulang. Sangat mebekas diingatan momen-momen kepulangan kami. Kami semua menangis, ketika melihat salah satu anak didikan kami menangis sedih. Saat itu Teh Neng, salah satu pemudi yang tinggal disana, memelukku erat. Serasa di kepalaku berputar seluruh memori selama di Kawah Manuk, maka aku pun menangis lebih keras...

Saat menghadap anak kecil yang bandelnya minta ampun...
Saat kesulitan memikirkan masalah biaya sound system+konsumsi buat Tabligh Akbar...
Saat Ipang dan kawan-kawan patungan untuk membelikan kami permen dan buah-buahan sebagai kenang-kenangan....

Aku tak ingin pergi...

Bahkan langit pun menangis saat itu....
Hujan deras seolah tak rela kami pergi dari kawah manuk...

Tapi ya,
Kakak tetap harus pergi, supaya kakak bisa melanjutkan impian kakak. Supaya kakak bisa kembali ke Kawah Manuk kali ini dengan gelar Sarjana, dan ikut membangun desa...

Hiks...

Tuh kan jadi sedih...
Nak Qawskauza, bagaimana dengan kalian?

About this blog